PAGE

Minggu, 25 Januari 2015

Menapaki Gunung tertinggi ke-tiga di Jateng, Gunung Sumbing via Garung



GUNUNG SUMBING
VIA GARUNG



Pada tanggal 21-06-2014 tepat nya hari Sabtu Kami ber-5  rombongan dari Semarang yaitu Angga, Iwan, Emir, Rifan dan saya sendiri , melakukan pendakian Gunung Sumbing, yang rencana awalnya sih sebenernya ke gunung Sindoro, di karenakan waktu itu katanya sindoro lagi aktif  kami mengurungkan niat dan banting setir ke gunung Sumbing. Jalur yang kami pilih adalah lewat desa Garung Wonosobo yang letaknya bersebrangan dengan base camp sindoro via kledung.
Kami berangkat dari Semarang pukul 10.00 wib pagi, Arah jalan yang kami tempuh yaitu : Semarang – Sumowono – Temanggung kemudian Wonosobo. 3 jam perjalanan kami tempuh dari Semarang sampai ke Wonosobo. Karena  minimnya pengetahuan tentang medan dan baru pertama ini naik sumbing kami berinisiatif untuk mencari barengan di base camp. Baru sampai gang menuju desa Garung, terlihat rombongan para pendaki yang baru saja turun dari bus. Langsung saya tanya asal dan mau kemana hehe. Ternyata mereka rombongan dari Jakarata dan sama” gag jadi ke Sindoro dan banting setir ke Sumbing. Akhirnya dapet temen juga pikir saya. Lalu kami pun beristirahat di base camp dan merencanakan treking ke puncaknya sama”.

 foto di depan BaseCamp
Setelah cukup beristirahat dan cukup membawa bekal ke puncak kami memulai treking sekitar pukul 16.20 wib sore. Trek awal melewati kampung, lalu ada plang yang bertuliskan kiri ke jalur lama dan kanan ke jalur baru, kami mengambil jalur lama. Lalu melewati ladang warga, cuaca waktu itu agak berkabut. Sembari berjalan menyusuri jalan setapak kami ngobrol dengan para pendaki dari Jakarta, usut punya usut ternyata mereka pun juga baru mendaki Gunung Sumbing ini hadeeeuuhh. Tapi tak apa, dari base camp tadi setelah membayar uang retribusi kami diberi secarik kertas yang berisikan semua informasi, peringatan, dan peta Gunung Sumbing. Selangkah demi selangkah kami berjalan sembari memperhatikan jalan dan membandingkannya dengan peta. Selang 1,5 jam kami sampai di pos 1, di pos satu terdapat pedagang yang menjajakan jualannya dan pemberhentian terakhir para tukang ojek yang dari base camp dan di pos satu ini masih terdapat sinyal HP.
Cuaca yang berkabut tadi berubah jadi hujan deras. Untung kita sudah sampai pos 1 saat hujan turun, kami beristirahat dan membuat makan bersama-sama  sembari menunggu hujan reda. 


Trek awal melewati rumah penduduk



Trek melewati ladang penduduk

Setelah hujan agak reda, kami melanjutkan perjalanan. Di sepanjang perjalanan kami menjumpai para penduduk sekitar yang juga melakukan pendakian ke atas. Dan setelah saya tanya, katanya warga sedang mengadakan acara bersih gunung dan pada nge camp di pestan. Jalur yang kita tempuh : dari base camp – ladang penduduk – cedot km II – plerenan – pos 1 Malim km III – pos 2 km IV – engkol-engkolan – pos 3 km V
Treknya Sumbing naik terus, dan hampir tidak ada trek yang datar. Apalagi ketika melewati engkol-engkolan trek naik nya hmmm sesuatu. Ternyata benar warga yang tadi saya jumpai, di pestan ramai, terdengar suara music, mungkin kedengaran aneh ada suara musik di atas gunung dan itu suaranya kenceng pula, tapi inilah kenyata’an nya ternyata warga sekitar sedang mengadakan acara.
Kami memutuskan untuk mendirikan tenda di bawah pestan. Kami mulai mendirikan tenda dan membuat makan untuk menggantikan energi kita. Setelah usai makan kami beristirahat untuk memulihkan tubuh buat summit paginya. Trek yang akan kita lalui : Dari tempat kita nge-camp – pestan – pasar watu - watu kotak km VI – tanah puti – puncak kawah.

Terlihat gunung sindoro dari tempat kita nge camp

 pestan


bertemu warga sekitar di pasar watu


Setelah pagi tiba kita bikin sarapan terleh dahulu dan mempersiapkan perbekalan apa saja yang akan kita bawa ke atas. Karena kita akan meninggalkan barang” seperti tenda dan cerir kita di tempat camp. Setelah cukup mengisi perut dengan roti kita melanjutkan perjalanan ke atas. Karena rombongan dari jakarta masih pada makan dan sebagian masih ada yang tidur, kami melanjutkan perjalanan cuman ber-5 dan rombongan dari jakarta menyusul agak siang katanya. 4 jam perjalanan dari pestan dan akhirnya kita sampai di puncak. Meski sampai puncak cuacanya agak terik namun kami sangat menikmatinya, samudra awan nya, kawah nya, edelwisnya hmmm sangat sangat kami nikmati pemandangan indah itu. Saya pun tak mau ketinggalan untuk menuruni kawahnya, namun hanya iwan yang menemani ke kawah dan yang lainnya masih pada asyik ber foto-foto di atas. Setelah sampai di kawah ternyata kawah nya masih aktif, beberapa kali kawahnya berbunyi dan meletus. Saya dan iwan hanya melihat dari kejahuan dan tidak berani mendekat.

kawah sumbing



Puncak Sumbing 

Setelah puas menyusuri kawah dan menikmati keindahan di puncak kami kembali ke tempat camp. Kami beristirahat dan membuat makan, ternyata salah satu rombongan dari jakarta masih di tempat camp dan itu perempuan sendiri. Saat kami sampai ternyata dia sedang masak memasak, dan kami pun ikut bergabung untuk menemaninya. Setelah menunggu lama karna rombongan belum turun dari puncak dan waktu sudah hampir sore kami putuskan untuk turun dan berpisah dengan rombongan dari jakata. Dan sampai base camp sekitar pukul 17.00 wib, kami mandi, makan, beristirahat sebentar dan melanjutkan perjalanan pulang ke Semarang. Sekian Catatan Perjalanan saya dari Gunung Sumbing via Garung nya terima kasih.

2 komentar:

  1. like it www.exploremountain.net

    BalasHapus
  2. makasih kak, info jalur pendakian gunung sumbing via garungnya sangat membantu kami utk melakukan persiapan pra pendakian :)

    BalasHapus