PAGE

Minggu, 04 Januari 2015

GUNUNG SINDORO VIA KLEDUNG



GUNUNG SINDORO
via Kledung

          Pada trip saya kali ini  ke Gunung Sindoro yang kebetulan bertepatan pula dengan hari jadi Negara kita tercinta Indonesia. Jadi saya merencanakan upacara bendera di atas puncak Sindoro. Sebelumnya rencana ke Sindoro sudah saya planing jauh” hari tapi selalu saja gagal, entah kendala teman gag jadi ikut sampai waktu itu gunung Sindoro sedang dalam keada-an aktif dan di jalur pendakian ditutup untuk umum. Karena seringnya gagal buat muncak ke Sindoro, hasrat ingin pergi ke Gunung ini pun semakin memuncak dalam diri saya. Lalu saya tekatin buat pergi sendiri ke Gunung ini, saya browsing” tentang Sindroro lebih jauh dan mencari barengan dari komunitas pendaki gunung segala. Eh akhirnya temen kampus sama temen rumah saya malah ada yang juga tertarik, lalu kita sepakati hari pembrangkatan yaitu tgl 16-17 Agustus 2014 yang kebetulan pas hari sabtu-minggu. Jumlah rombongan akhrinya ber-5 yaitu Rifan dan Anas temen kampus juga temen saya yang sering saya ajak naik gunung, Angga dan Emir temen rumah dan saya sendiri.
          Paginya pas hari sabtu tanggal 16 Agustus 2014 temen saya mendapat sms dari temen kerja’an lamanya nama nya mas Agus, katanya dia mau ber-nostalgia ke gunung Sindoro. Jadi rombongan bertambah satu jadi ber-6, kami memulai perjalan dari Semarang pukul 10.00 wib dengan lewat jalur atas. Lewat arah Ngaliyan – Boja – Mijen – Limbangan – arah Pasar Sumowono – luruss terus ikut petunjuk plang ke Wonosobo – sebelum plang selamat datang Wonosobo – (lihat plang di kiri jalan ada petunjuk plang base camp sindoro) kanan jalan ada gardu atau gang bertuliskan Kledung.
          Perjalanan normalnya dari Semarang ke Wonosobo sih bisa di tempuh dengan waktu 4 jam saja, namun dikarenakan ada insiden ban motor salah satu teman saya bermasalah, jadi kita sampai di base camp Kledung sekitar pukul 16.00wib. Setelah sampai kami segera mengisi retribusi masuk dan beristirahat sebentar di base camp. Sambil istirahat kami mengisi perut dulu yang sepanjang perjalanan tadi belom makan. Lalu saya sempatkan tanya” di warung base camp berapa harga nasi rames nya eh ternyata Rp.12.000,00 , gag cocok nieh dengan kantong” mahasiswa kere kayak saya hehe. Jadi saya dan teman saya Anas berinisiatif mencari makan di luar base camp dan ada warga sekitar yang  merekomendasikan warung di sebelum gardu plang selamat datang Sindoro kiri jalan, akhirnya saya langsung ke sana dan benar harga nya cukup bersahabat cuman Rp.6.000 dengan lauk komplit dan enakk lagii. Jadi rombongan kami bisa hemat Rp.4.000 di kali kan 6 orang jadi Rp.24.000,00 lumayan bisa buat makan setelah pulang hehehe.



1.1 Personil kita dari kiri ke kanan : angga, anas, rifan , dan mas Agus.
Setelah serasa cukup mengisi perut dan beristirahat kami putuskan untuk mulai treking. Pertama kita berjalan melewati rumah-rumah warga, jalannya ada banyak tapi semua nya menuju ke perkebunan warga (saran : ikuti plang penunjuk arah saja yang telah di buat), nah sekitar 10-15 menit lalu sampai lah kita ke perkebunan warga. Dari perkebunan warga kita bisa melihat gagahnya gunung Sumbing karna sore itu cuaca cukup cerah makannya gunung Sumbing nampak jelas dari perkebunan warga. Sampai perkebunan kami mendengar suara adzan maghrib, dan kami putuskan untuk berhenti sejenak dan beristirahat sampai suara adzan usai.

1.2 saat melewati rumah” warga.

1.3 berhenti sejenak di ladang” warga
Trek awalnya agak datar dari base camp sampai pos satu masih lumayan datar. Lalu setelah melewati pos 2 trek mulai menanjak terus sampai puncak. Saat mulai memasuki hutan atau setelah melewati pos 1, vegetasi hutan sangat cukup rapat. Pepohonannya menghalangi kami untuk melihat kerlap-kerlip bintang malam itu, tapi cukup seru juga karna rimbunnya hutan lamtoro ini masih terjaga. Semoga kedepannya masih tetep kayak gini ya guys aminnn. Setelah kurang lebih satu jam perjalanan dari pos 1 sampailah kita di pos 2, pos nya cukup lebar dan datar. Di pos dua kami isirahat sejenak dan ngobrol” dengan pendaki lain yang juga istirahat saat itu di pos 2. Di pos 2 hutannya agak terbuka nah di situ kita istirahat sambil melihat ke atas melihat kerlap-kerlip bintang malam itu. Awalnya saya cukup senang dengan trek Sindoro via kledung ini karna jalannya datar namun kami baru menyadari trek yang nanjak terus dan gak ada hentinya ini setelah melewati pos 2. OMG perjuangan banget buat ngibarin merah putih ini sampai puncak.

1.4 Isirahat sejenak di pos 2
          Kami sampai pos 3 pukul setengah 12 malam, dan saat itu area camp sudah sangat penuh oleh para pendaki. Karena tidak dapat tempat camp di pos 3 kami berinisiatif mencari tempat camp di atas pos , kami mulai naik lagi dari pos 3 namun sayang ternyata sudah pada penuh semua dan teman” yang lain juga sudah sangat lelah. Jadi kami putuskan tidak mendirikan tenda dan hanya menggelar matras di semak” yang agak tertutup. Sebenarnya semak” itu adalah jalur perlintasan juga sih, habis gak ada tempat lagi dan kami pun cukup lelah tanpa banyak pikir kami pun menggelar matras dan tidur dengan sleeping bag. Cukup syahdu juga ternyata tidur beralaskan matras dan beratapkan bintang-bintang di atas kita.

1.5 tidur di semak” jalan setapak
Karna tak pakai tenda, angin malam pun terasa kenceng banget waktu itu, udah udara dingin banget, ditambah angin kenceng campur sama pasir hmmm luar biasa deh pokoknya sensasinya itu patut temen-temen coba sesekali.
          Matahari pagi pun sudah berlalu, dan dari tadi para pendaki sudah berlalu lalang melewati kami yang masih asyik tidur. Hufffttttt angin kencang semalam dan dinginnya udara sindoro telah berlalu, kini kita siap melanjutkan treking ke puncak. Sekitar pukul 07.00 pagi kita mulai treking menuju puncak, namun baru sampe ladang edelwis salah satu teman kami mas agus namanya, dia sudah tidak kuat untuk melanjutkan. Dia menyuruh kita” ini untuk melanjutkan, dia memilih untuk berteduh di pohon” rindang sambil menikmati pemandangan dan menunggu kami turun.

1.6 SunRise pagi itu

1.7 foto di tengah perjalanan (dari kiri : anas, emir, rifan, saya, mas agus, angga)
          Akhirnya kami melanjutkan treking ke puncak, karena kita takut barang” kami hilang karena isu yang berkembang di gunung sindoro via kledung ini banyak pencuri dan memang teman saya pun pernah jadi korbannya, nah dari kejadian itu saya dan rombongan sengaja tidak meninggalkan barang” kami. Semua barang” kami pecking rapi kembali ke dalam tas carrier dan kami bawa sampai puncak. Alhasil karena kita bawa barang segitu banyak nya dan perut belum terisi penuh, kami pun hampir putus asa untuk sampai puncak. Karena cuaca saat itu sangat terik, ditambah beban carrier yang kita bawa, tenaga yang terkuras semalem belom pulih sepenuhnya serta kami pun belum cukup mengisi perut, rombongan pada putus asa untuk berhenti karena kelelahan dan tidak mau ngelanjutin ke puncak, padahal puncak sudah kelihatan tinggal satu tanjakan lagi kita sampai. Saya pun berinisiatif untuk berteduh dulu dan membuat makan dan terus menyemangati teman-teman agar mau mengalahkan ego masing”. Kami pun mulai membuat mie dan kopi untuk mengisi perut, sambil istirahat dan berteduh sejenak mengembalikan energi. Setelah sekiranya cukup istirahat dan cukup untuk mengisi perut perjalanan pun kami lanjutkan.


1.8 saat makan sama”
          Dan akhirnya kita  sampai puncak juga, yang tadinya hampir putus asa karna treknya hampir tidak ada landai nya akhirnya kita sampai dan berhasil mengalahkan ego kita masing-masing. (Quotes nya : Jangan biarkan ego kamu membuat dirimu menyerah dan putus asa, Genggam erat target kamu dan terus melangkah). Dan meski saat itu matahari terik tapi tak menyurutkan semangat kita untuk mengibarkan bendera merah putih di puncak sindoro. Namun karena kita sampai di puncak sudah sangat siang, kita tidak bisa mengikuti upacara bendera bersama dengan pendaki lain. Namun kita mengadakan upacara bendera sendiri, efek gagal upacara bendera bareng hehe. Setelah kita selesai mengibarkan bendera dan puas memandangi indahnya Kawahnya, Puncak Sindoro yang luas dan banyak bunga edelwis nya ini kami turun dan menemui teman kami tadi mas agus. Perjalanan turun lebih cepat dibanding treking naik tadi malem hehe. 3 sampai 4 jam perjalanan kami sudah sampai di base camp.


1.9 upacara kecil”lan dulu :D

2.0 kawah Sindoro

          Karena sudah malam dan besok kita harus melanjutkan aktifitas seperti biasa, kami langsung meluncur pulang ke Semarang. Saat sampai di pom bensin wonosobo kami berjumpa para pendaki lain dan mereka ikut gabung kita, karna kita searah. Rombongan bertambah banyak, ber deret” motor saling beriringan, sangat mengasik’kan sekali perjalanan pulangnya. Pukul setengah 8 malem kita sudah sampai di pasar sumowono, ternyata perjalanan pulang tadi wonosobo-sumowono cuman 2 jam saja. Kami akhirnya berpisah dengan rombongan pendaki tadi. Kami lanjutkan ke rumah anas yang deket dengan pasar sumowono, ternyata sampai sana kita semua di jamu makan prasmanan dan minum teh hangat hmmmm suasana dingin minum nya teh sangat nikmat.
          Setelah kita selesai makan dan sesudah berpamitan dengan anas kita menuju rumah masing-masing. Sekian Catatan Perjalanan saya di Gunung Sindoro trimakasih.


2.1 Treking turun


2.2 Sampai Base Camp





Tidak ada komentar:

Posting Komentar