PAGE

Minggu, 26 Oktober 2014

Gunung Merapi Via New Selo


GUNUNG MERAPI
via New Selo
Gunung dengan ketinggian puncak 2.968 Mdpl ini adalah gunung berapi teraktif di Indonesia. Gunung yang paling populer juga karna seringnya meletus yappp Gunung Merapi. Gunung ini berlokasi di Klaten, Boyolali, Magelang Jawa Tengah. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, sisi barat berada di kabupaten Magelang, sisi utara berada di kabupaten Boyolali dan timur berada di kabupaten Klaten.
Dalam kesempatan kali ini alhamdulilah saya di ijin kan untuk menepakan kaki saya di puncak Merapi. Pada tanggal 27-28 September 2014 kemarin saya memulai perjalanan ke Gunung Merapi dengan teman saya Anas yang kebetulan adalah teman sekampus dan teman treveling saya, dan juga sama-sama bertempat tinggal di Semarang. Kami berboncengan mengendarai motor roda 2 dari rumahku Ngaliyan Semarang, perjalanan kami mulai pukul 14.00 WIB setelah sholat dzuhur dari Semarang – arah Ungaran – Mbawen – SalaTiga.
Sampai di Kota SalaTiga kami putuskan untuk berhenti dan mencari masjid terdekat untuk istirahat sejenak sekalian sholat asar, sampai masjid di daerah Sala Tiga pukul 16.05. Setelah serasa cukup istirahat dan menunaikan ibadah sholat asar kami lanjutkan perjalanan menuju Kota Ampel perbatasan Boyolali.
Sayang di tengah perjalanan motor kami mengalami sedikit kendala, kabel kopling putus. Tapi untungnya putusnya pas di deket bengkel, yah masihh untunglahh Alhamdulilah masih di beri kemudahan. Selang beberapa menit kabel koplingpun selesai terpasang dan kami pun kembali melanjutkan perjalanan.
Hari mulai hampir gelap, jadi kami bergegas memulai perjalanan menuju pasar ampel lalu ada belok”kan kanan – lurus aja – arah ngagrong base camp merbabu – ada smp n – maju dikit pertiga’an – ambil arah kiri – lalu terus aja ikuti jalan – arah new selo – sampai jalan terbuka – belok kanan – new selo – base camp merapi nya setelah melewati polsek terus aja lurus belok kiri – dan sampek base camp Selo
Kami berdua sampai di polsek pas kumandang adzan maghrib, sehingga kami beristirahat sebntar sambil sholat deket masjid yang berada dekat dengan polsek dan basecamp Merbabu via selo. Setelah sholat maghrib kami bertemu dengan teman kami Andi dwi rahmadi yang sebelumnya sudah janjian akan melakukan pendakian bersama. Kami melanjutkan aktivitas dengan mengisi perut dahulu sebelum melakukan pendakian, di dekat polsek pun berjejer warung makan dan pasar. Kota nya ramai sekali dengan pendaki, mirip kayak kota Pendaki karna setiap warung dan pasar banyak sekali para pendaki hilir mudik dan tak jarang sedang stay untuk beristirahat.
Setelah kiranya cukup mengisi perut dan beristirahat sebentar, perjalanan kami lanjutkan langsung ke base camp merapi via selo. Setelah sampai kita membayar retribusi masuk sebesar Rp.7.000,00 per orang dan Rp.3.000,00 untuk satu kendra’an. Kami langsung bergegas ke new selo, disana sudah ramai pendaki. Banyak yang beristirahat di sana, karena kebanyakan melakukan trip jam 12 malam dari new selo. Kalau kita ber-tiga menunggu sebentar dan prepare pendakian di new selo, setelah isa kira” pukul 08.00 malam kita mulai pendakian dari new selo.

Kita melewati ladang penduduk dengan jalan yang setapak, setelah melewati ladang penduduk kita di suguhi trek yang menanjak terus hampir tidak ada trek landainya.... Amaziiinnggg. Trek nanjak, berdebu (karena pas musim kemarau), hanya ada batu dan pasir, pohon dan tumbuhan jarang” kita temui disini, tapi sepanjang trek perjalanan masih ada sedikit” pohon yang tumbuh dan membantu kita berpegangan, it is Merapi Mountain.
Setelah 4 jam perjalanan dari New Selo kita sampai di pasar bubrah. Di sana kita di suguhi hamparan batu” yang beranekaragam ukurannya. Kalau kita cari tanah buat nancepin pasak nihil bro gag ada sama sekali, yang ada cuman batu.. batuu dan batuuuu hehehe. Tapi saat kita di pasar bubrah pemandangan puncak klihatan bangett kereeeeennnn.
Kita mulai mendirikan tenda, membuat makan dan minum. Malam itu cukup cerah, bintang” gemerlip di atas kita, kelihatan dekeeettt banget.
 Klw temen saya Andi dan Anas pada ngobrol sambil makan dan minum di luar tenda, saya memilih beristirahat di dalam tenda memulihkan tenaga setelah trek nanjak mulu selama 4 jam tadii hufftt... tidur dulu.
Baru pukul 04.00 WIB pagi kita bangun pagi, membuat kopi dulu, makan roti secukupnya lalu kita lanjut perjalanan ke puncak Merapi.Trek nya yang nanjak nya gag ketulungan, banyak batu, pasir dan hampir mirip kayak puncak Mahameru ini hehe membuat mrinding kaki saya. Setiap dua langkah merosot dikit, dua langkah merosot lagi. Sehingga kita harus merayap untuk sampai ke puncak nya, sumpahhh kerennn bangettt. Yang suka ama tantangan pasti suka banget ama trek nya ini. Baru sampai di pertengahan mentari pagi sudah muncul ke permuka’an, subehanallah indah banget. Terimakasih karena saya masih di beri kesempatan buat melihat sun rise dan mencubui pasir merapi, thankyou Allah. Lalu saya lanjutkan perjalan sampai ke puncaknya, akhirnya setelah selang beberapa menit sampai ke puncaknya. Arrrggghhhhhh perasa’an saya, luapan emosi bercampur aduk dengan rasa kagumm yang teramat sangat dalam (hehe lebai dikit) karena melihat semuanya dari puncak merapi ini, Tebing” yang menjulang tinggi dan hanya ada jalan setapak buat berdiri, berbatasan langsung dengan kawah teraktif di pulau jawa hmmmmm pemandangan yang tak kan pernah saya lupakan.
   Setelah hari mulai siang dan panas mentari hampir membakar kulit, lalu kami putuskan untuk turun. Perjalanan turun sangat susah pas di batu”nya, karena kadang gag kuat buat nahan kaki kita dan batunya longsor ke bawah, tapi asik pas di medan pasirnya kita bisa turun kayak ice skating tapi di pasir hehe.  Karena saya jalannya sangat lambat, teman saya udah pada turun sampai pasar bubrah di tempat camp kami. Saya tertinggal di belakang dan ada satu insiden, saat asik”nya ice kating di pasir. Dari atas ada suara awas batu.. awass batuuu.... dan saat saya lihat dua batu yang sangat besar longsor ke arah saya, satu batu sudah jatuh jauh dari arah saya dan satu nya lagi tepat ke arah saya, orang” pada lari meski treknya miring curam. Dan ada pendaki lain karna ketakutannya dia lari dan dia jatuh berguling” di pasir, melihat pendaki itu saya malah tidak bisa lari. Saya putuskan untuk menunggu dan menghindar saat batu besar itu hampir sampai (pikir saya). Saat batu sudah hampir deket dengan saya, perasa’an udah gag karuan campur aduk jadi satu, saya cuman berdoa dalam hati aja. Eh alhamdulilahnya batu itu nabrak batu lain dan arah jatuhnya berubah arah, padahal cuman hampir 1 meter saja udah mengenai saya. Alhamdulilah masih diberi keslamatan.
Saat melakukan treking ke atas puncak dan turun di harap sangat berhati-hati karna batu sering longsor dari atas puncak. Batu yang longsor pun tingkat kecepatan nya beragam, kalau pas jatuhnya pelan alhamdulilah, kalau pas dengan kecepatan yang se per sekian detik saja kita gag bisa menghindar itu yang jadi bahaya. Maka di himbau dan di anjurkan memlih arah trek nya yang di atasnya jarang ada pendaki, jadi aman dari longsoran.
Setelah sampai pasar bubrah kita bikin makan dan minum, istirahat dan packing buat turun lalu kita putuskan buat turun. Sekian Cerita perjalanan saya mendaki Merapi via Selo #KeepGreenAndCleanMountain #Let’sGoAdventure #ExploreIndonesia, kritik dan sarannya di tunggu ya  makasih.



1.1 New Selo

1.2 Pos 1

1.3 Suasana saat treking dari pasar bubrah ke puncak

1.4 Suasana saat treking dari pasar bubrah ke puncak

1.5 Suasana Treking sampai pertengahan

1.6 SunRise di tengah perjalanan

1.7 Foto saat di puncak background Merbabu

1.8 Foto di puncak Background Kawah Merapi

1.9 Pengibaran Merah Putih di puncak :D

2.0 Tebing Merapi Yang berbatasan langsung dengan Kawah

2.1 Saat Turun Trek Pasir

2.2 Trek Turun

2.3 Pasar Bubrah

3 komentar:

  1. jadi pengen ke merapi lagi, boleh sampe puncak gak ya kakak??

    BalasHapus
  2. Boleh saja sampek puncak, tapi dr pihak base camp hanya menyarankan sampek pasar bubrah saja..
    Jadi klw masih pengen sampek puncak sarannya sih tetep hati-hati dan liat situasi,kondisi cuaca saat itu..

    BalasHapus
  3. Boleh saja sampek puncak, tapi dr pihak base camp hanya menyarankan sampek pasar bubrah saja..
    Jadi klw masih pengen sampek puncak sarannya sih tetep hati-hati dan liat situasi,kondisi cuaca saat itu..

    BalasHapus